PERTEMUAN 1
Pertemuan 1
Perubahan Lingkungan
Perubahan Lingkungan
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, diharapkan peserta didik dapat :menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab dan dampak dari
perubahan-perubahan tersebut bagi kehidupan.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Apa kabar kalian hari ini? Semoga dalam keadaan sehat selalu dan bersemangat untuk belajar Biologi. Kita bertemu kembali setelah sebelumnya kita sudah membahas tentang Ekosistem. Di dalam ekosistem, terdapat faktor biotik dan abiotik yang saling memengaruhi. Nisia makhluk hidup sebagai produsen, konsumen, dekomposer dan detritivor. Untuk tercapainya keseimbangan lingkungan dalam suatu ekosistem, setiap komponen tersebut harus ada dan dalam jumlah yang seimbang, seperti yang digambarkan pada piramida ekologi.
Selanjutnya kita masuk pembahasan tentang Perubahan Lingkungan. Mari kita amati gambar di bawah ini dengan cermat!
Sumber : Area konsesi PT Megakarya Jaya Raya (PT MJR). (Foto: Greenpeace/Ecowatch.com )
Apa yang dapat kalian ambil simpulan dari gambar tersbut? Ya, itu adalah gambar hutan yang sudah gundul karena adanya aktivitas manusia yang ingin mengambil sumber daya alam tanpa memerhatikan keseimbangan lingkungan. Tentunya bukan lingkungan yang baik, artinya lingkungan itu sudah rusak karena adanya penebangan hutan secara semena-mena. Jadi apa itu lingkungan? Mengapa lingkungan bisa rusak? Apa penyebabnya dan bagaimana dampak perubahan lingkungan bagi kehidupan manusia? Pertanyaaan-pertanyaan berikut akan membimbing kalian untuk memahami tentang Perubahan Lingkungan. Mari kita kaji materi tentang perubahan lingkungan berikut.
A. Lingkungan dan Perubahannya
Lingkungan terdiri dari komponen biotik
dan komponen abiotik. Komponen biotik berada dalam komposisi yang
proposional dengan komponen abiotik. Contoh lingkungan alami seimbang adalah
hutan, Hutan tumbuhan sebagai produsen ada dalam jumlah yang mencukupi untuk
perlindungan dan makan bagi konsumen tingkat pertama seperti burung pemakan
tumbuhan, rusa dan monyet. Hewan konsumen tingkat pertama berada dalam jumlah
yang mencukupi untuk kehidupan konsumen tingkat kedua misalnya harimau, musang
dan ular. Kemampuan hutan mendukung kelangsungan hidup kelangsungan hidup
harimau dengan adanya hewan mangsa adalah contoh kemampuan lingkungan mendukung
kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya, bertambah kembali rusa setelah
berkurangnya perburuan adalah contoh daya lenting lingkungan atau kemampuan
lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan
atau gangguan.
Manusia adalah bagian dari lingkungan
yang memiliki kemampuan akal dan pikiran yang tinggi. Selain itu, manusia
memiliki kebutuhan terhadap keanekaragaman jenis makanan paling besar dan mampu
mengadakan perubahan lingkungan untuk memenuhi segala
kebutuhannya. Di seluruh biosfer (permukaan bumi), aktivitas manusia
mengubah struktur trofik, aliran energi, daur kimia dan proses ekologis. Dari
waktu ke waktu, populasi manusia terus meningkat. Keadaan tersebut akan
berpengaruh besar terhadap lingkungan. Lingkungan memiliki daya dukung lingkungan.
Daya dukung lingkungan merupakan kamampuan lingkungan untuk mendukung
kelangsungan hidup suatu ukuran jumlah individu dari satu spesies. Di samudera,
keberadaan populasi ikan menipis akibat penangkapan yang berlebihan, aktivitas
ini mendorong lebih banyak spesies menuju kepunahan.
Lingkungan yang tepat dan sesuai akan
dapat menunjang segala kehidupan organisme yang berada di dalamnya. Untuk
kelangsungannya, suatu sistem harus memelihara kerja setiap komponen yang
menyusun sistem tersebut. Kepincangan kerja suatu komponen menyebabkan tidak
seimbangnya sistem tersebut. Hilangnya satu komponen dapat menghancurkan
keseimbangan sistem.
Dalam suatu ekosistem, keseimbangan
lingkungan terjadi secara alami. Komponen-komponen yang terlibat berperan
sesuai kondisi keseimbangan. Contoh kejadian keseimbangan di lingkungan adalah
misalnya kesuburan air (kandungan nutrisi) suatu danau akan memacu pertumbuhan
fitoplankton dan ikan. Penambahan kesuburan air yang terus-menerus akan
meningkatkan populasi fitoplankton. Peningkatan populasi ini pada suatu ketika
akan mencapai batas tertentu yang melampaui daya dukung lingkungan (kandungan
nutrisi dalam air tidak dapat mendukung kehidupan fitoplankton lagi).
Akibatnya, fitoplankton mengalami kematian. Kematian fitoplankton akan diikuti dengan
kematian zooplankton yang merupakan konsumen dari fitoplankton itu
sendiri. Hal tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kandungan CO2 dan
ureum dalam perairan karena keduanya akan mengalami pembusukan. Meningkatnya CO2 dan
ureum merupakan racun bagi ikan sehingga hal tersebut dapat menyebabkan
kematian pada ikan.
Perubahan lingkungan dapat terjadi oleh
aktivitas manusia atau kejadian alam, seperti letusan gunung berapi, kebakaran
hutan, dan longsor. Perubahan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia dapat
bersifat positif artinya bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan,
sedangkan bersifat negatif dapat merugikan bagi kehidupan manusia, seperti
limbah dan pencemaran lingkungan.
1. Perubahan lingkungan karena aktivitas manusia
Perubahan lingkungan dapat terjadi
karena aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang dapat merubah lingkungan,
contohnya penebangan hutan, pembangunan, dan penggunaan bahan-bahan kimia yang
akhirnya dapat merugikan manusia itu sendiri.
a a. Penebangan hutan
Penebangan pohon-pohon di hutan tanpa
perhitungan akan menimbulkan berbagai akibat saling berkaitan, antara faktor
biotik dan abiotik. Hilangnya pohon akan menyebabkan tanah menjadi terbuka dan
terkena sinar matahari secara langsung. Penyinaran meningkatkan evaporasi
(penguapan) sehingga permukaan tanah mengembang dan kering. Peristiwa ini
diikuti penurunan kelembapan udara, rendahnya kelembapan udara menyebabkan
temperatur pada siang hari tinggi dan suhu padamalanya rendah. Hal ini
mempengaruhi proses fisiologi tumbuhan. Tumbuhan yang masih ada umngkin dapat
bertahan dengan perubahan suhu tersebut, atau akan mengalami kematian. Mungkin
pula diikuti dengan punahnya jenis hewan yang memerlukan tumbuhan tersebut.
(Sumber:
https://dimaswarning.wordpress.com/2011/09//26/dampak-dankerugian-penebangan-hutan-secara-liar.html)
Jika turun hujan lebat pada tanah yang
terbuka tersebut, air hujan akan jatuh secara langsung ke lapisan atas tanah
yang memiliki kesuburan tinggi (humus). Tidak adanya tumbuhan yang dapat
menahan air hujan mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Hal ini
dapat mengakibatkan banir yang membahayakan manusia. Selain itu, aliran air
akan mengikis lapisan tanah yang subur. Hilangnya kesuburan tanah akan
mengurangi populasi cacing tanah. Kurangnya resapan air di dalam tanah juga
akan menimbulkan kekeringan pada musim kemarau.
b b. Pembangunan
Pembangunan banyak mendatangkan
keuntungan. Akan tetapi, jika pembangunan itu dilaksanakan tidak memperhatikan
lingkungan, akan menimbulkan dampak negatif. Sebagai contoh, pembangunan
pengembangan sumber air dapat menimbulkan masalah yang cukup rumit. Misalnya,
timbulnya habitat baru bagi berbagai vektor penyakit, seperti nyamuk yang menjadi
vektor malaria dan demam berdarah.
Pembangunan kawasan industri juga
menimbulkan pencemaran udara. Selain itu, limbah-limbah hasil industri banyak
merusak sungai dan lingkungan sekitarnya. Pembangunan pemukiman penduduk di
daerah resapan air dapat menimbulkan berbagai kerugian. Tata guna lahan menjadi
rusak, laju erosi dan banjir menjadi semakin meningkat.
Gambar 3. Pemukiman padat
(Sumber:
http://wwwberitadaerah.co.id/2014/03/19/pemukiman-padatpenduduk.html)
c c. Penggunaan pestisida
Penggunaan pestisida dimaksudkan untuk
mematikan makhluk-makhluk yang tidak dikehendaki keberadaannya pada ladang
pertanian atau tempat lain, seperti serangga, tanaman pengganggu, jamur, tikus
dan bakteri. Akan tetapi, pestisida dapat menimbulkan pencemaran. Pestisida
dapat terakumulasi dalam tubuh tumbuhan, hewan dan manusia bahkan sampai pada
sungai dan tanah. Pestisida sulit terurai, tetapi mudah larut ke dalam lemak,
dan mudah diikat jaringan lemak. Pestisida dapat berpindah dari satu organisme
ke organisme lain melalui suatu rantai makanan.
2. Perubahan lingkungan akibat faktor alam
Perubahan lingkunngan karena faktor
alami disebabkan oleh bencana alam. Bencana alam tersebut, seperti banjir,
gempa bumi dan gunung meletus.
Gambar 4. Kerusakan lingkungan akibat
gempa bumi
B. Limbah dan Pencemaran Lingkungan
Limbah merupakan sisa atau sampah suatu
produksi. Limbah dapat menjadi bahan pencemaran atau polutan di suatu
lingkungan. Pencemaran adalah perubahan yang tidak di inginkan pada lingkungan
yang meliputi udara, darat dan air baik secara fisik, kimia maupun biologi dan
polutan adalah zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap
lingkungan baik pencemaran udara, tanah dan air, makhluk hidup, zat energi atau
komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh
kegiatan manusia atau oleh proses alam.
1. Jenis-jenis limbah
Limbah terdiri dari beberapa jenis,
tergantung dari mana limbah tersebut berasal. Setiap jenis limbah memiliki
kemampuan merusak lingkungan yang berbeda-beda. Berikut adalah jenis limbah
yang dapat menyebabkan pencemaran.
a a. Limbah industri
Limbah industri merupakan salah satu
penyebab terjadinya kerusakan lingkungan. Umumnya limbah industri ini berasal
dari pabrik-pabrik yang membuang sisa limbahnya ke sungai dan asap-asap hasil
pembakaran produksi.
Gambar 5. Limbah industri cair
(Sumber:
https://pawapeing.wordpress.com/20013/12/15/pawapeling-
investigasi-pencemaran-limbah-cair.html)
b b. Limbah transportasi
Limbah tansportasi berasal dari
kendaraan bermotor. Limbah yang dihasilkannya beurpa asap buangan karbon
monoksida (CO). Limbah transportasi ini dapat menyebabkan polusi udara.
Gambar 6. Limbah transportasi
(Sumber:
http://fiskadiana.blogspot.co.id/2015/01/dampak-pembakaran-bahanbakar.html)
c. Limbah rumah tangga
Limbah tumah tangga umunya berupa
sampah, baik anorganik maupun organik. Sampah organik yang berasal dari limbah
rumah tangga berupa potongan kayu, dedaunan, dan sayur-sayuran. Limbah organik
yang dibuang ke air dapat mengganggu kehidupan di dalam air. Limbah yang berupa
sampah ini dibusukkan oleh bakteri sehingga oksigen berkurang dan kehidupan
organisme air terganggu.
Sampah anorganik yang merupakan limbah
rumah tangga dapat berupa plastik, kaleng, dan botol. Sampah anorganik oleh
penduduk yang paling sering dibuang, yaitu detergen. Detergen jika dibuang ke
perairan sangatlah berbahaya sebab tidak dapat diuraikan secara alami.
Pencemaran yang ditimbulkan ini dapat
mencemari tanah, udara, dan air. Limbah rumahtangga seperti plastik, jika
dibuang ke tanah atau air memerlukan waktu yang cukup lama agar dapat terurai.
d. Limbah pertanian
Limbah pertanian umumnya berasal
dari pupuk yang berlebihan. Pupuk yang berlebihan ini akan terbawa air
menuju sungai. Hal tersebut dapat mengakibatkan blooming algae. Blooming
algae adalah pertumbuhan alga yang cepat akibat peningkatan kadar
nutrien yang cepat dalam suatu perairan (eutrofikasi).
2. Pencemaran lingkungan
Polusi atau pencemaran adalah masuknya
suatu komponen ke dalam suatu lingkungan dengan kadar yang melebihi batas
normal, masuknya suatu komponen ke tempat yang tidak semestinya, atau adanya
suatu komponen dalam suatu lingkungan pada waktu yang tidak tepat sebagai hasil
aktivitas manusia.
Mari kita amati video pembelajaran tentang pencemaran dari Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/c82cc98b49224774b44e8a284aeded06
Berikut adalah jenis-jenis pencemaran lingkungan:
Mari kita amati video pembelajaran tentang pencemaran dari Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/c82cc98b49224774b44e8a284aeded06
Berikut adalah jenis-jenis pencemaran lingkungan:
a. Pencemaran udara
Pencemaran udara berhubungan dengan
pencemaran atmosfer bumi, atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi
bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara berasal dari kegiatan
manusia, penyebab pencemaran udara adalah dari polutan seperti Karbon dioksida
(CO2) yang dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi
atau batubara), pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, serta pembusukan,
Sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen monoksida (NO2) yang
dihasilkan dari pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara)
misalnya gas buang kendaraan, karbon dioksida (CO2) yang
dihasilkan dari Pemakaian bahan bakar fosil ( minyak bumi atau batubara) dan
gas buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna dan Kloro fluro
(CFC) yang dihasilkan dari pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang
menggunakan penyemprot aesrol.
Dampak pencemaran udara berskala makro
misalnya fenomena hujan asam dalam skala regional sedangkan dlam sekala global
adalah efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.
1) Hujan asam, dua gas yang
di hasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga
diesel dan batubara yang sama, adalah sulfur dioksida (SO2) dan
nitrogen dioksida (NO2) gas yang di hasilkan tersebut bereaksi di
udara membentuk asam.hujan asam mengakibatkan kerusakan hutan, hujan asam juga
mengakibatkan beratnya benda-benda yang terbuat dari logam misalnya jembatan
dan rel kereta api.
2) Efek rumah kaca
merupakan pengingkatan suhu di permukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya
kadar karbon dioksida di atmosfer gejala ini di sebut efek rumah kaca,
kenaikannya suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan,
sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam sedangkan
daerah kering semakin kering, efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim. Untuk lebih jelasnya silakan kalian melihat konten di Web Sumber Belajar yang meruoakan fitur utama di Portal Rumah Belajar dari Pusdatin Kemdikbud. https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Package/Home/Complete/d45a6d99b4b146c39b0cf5550431f02d
3) Lapisan ozon adalah
lapisan yang menyeliputi bumi pada ketinggian 30 km di atas bumi, lapisan ozon
terletak pada lapisan atmosfer yang disebut Stratosfer.
b. Pencemaran air
Masuknya suatu zat, energi maupun
komponen lainnya baik berupa makhluk hidup maupun benda mati kedalam air
menyebabkan penurunan kualitas air sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Berdasarkan jenis bahannya pencemaran air di bedakan menjadi 3 yaitu
bahan pencemaran fisik, bahan pencemaran biologis, bahan pencemaran kimia.
Akibat pencemaran air adalah penurunan kualitas air dan gangguan penggunaan.
Dampak negatif dari pencemaran ini antara lain adalah pengurangan oksigen
terlarut peningkatan derajat eutropikasi, penurunan biota air. Polusi air dapat
disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
1) Pembuangan limbah
rumah tangga, pembuangan sampah, pembuangan detergen, pembuangan sisa-sisa
industri, dan sebagainya. Limbah dari pabrik-pabrik industri merupakan ancaman
yang serius bagi ekosistem air.
2) Blooming algae ialah
pertumbuhan alga yang cepat akibat eutrofikasi, eutrofikasi adalah
proses memperkaya air dengan zat organik. Penimbunan zat organik ini terjadi
akibat dari tinggimya jumlah fosfat hasil pembusukan dan akumulasi pupuk
pertanian di dalam air. Jika zat organik terkumpul di suatu perairan, seperti
danau dan sungai, kedua wilayah perairan tersebut akan kaya kehidupan tumbuhan
dan hewannya. Lama-kelamaan kandungan zat organik d wilayah perairan tersebut
berlebih. Akibatnya, tumbuhan akan menjadi bentuk kehidupan yang dominan.
Sejalan dengan mati dan membusuknya tumbuhan, kandungan oksigen terlarut dalam
air akan berkurang. Selain itu, zat organik yang banyak tersedia memicu
pertumbuhan alga. Akibatnya permukaan perairan tertutupi alga sehingga
menghalangi kontak antara perairan dan udara atmosfer. Oksigen dari dari atmosfer
tidak dapat masuk ke perairan. Oksigen dalam air semakin berkurang karena
digunakan dalam proses pembusukkan tumbuhan. Tanpa oksigen ikan akan mati
sehingga menambah tumbuhan bahan-bahan yang membusuk. Akibatnya, organisme
dalam perairan akan mengalami kekurangan oksigen sehingga mengalami kematian.
3) Sampah organik yang
terlalu banyak akan mengganggu kehidupan di dalam air. Sampah ini dibusukkan
oleh bakteri sehingga oksigen berkurang dan kehidupan organisme air terganggu.
Sampah-sampah organik yang masuk perairan berasal dari limbah insudtri dan
terutama limbah rumah tangga. Air yang tercemar akan tampak menghitam dan
menyebarkan bau yang tak sedap.
S Setelah membaca materi tentang pencemaran air, untuk lebih memahami, mari kita simak video berikut.
S Setelah membaca materi tentang pencemaran air, untuk lebih memahami, mari kita simak video berikut.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=5wnHZS5FXag
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah suatu dampak limbah rumah tangga, industri, dan penggunaan pestisida yang berlebihan terhadap tanah. Pencemaran tanah dapat menurunkan estetika tanah dan kegunaannya bagi pertanian, serta meningkatkan kandungan zat kimia beracun didalamnya. Pencemaran tanah dapat terjadi karena pemakaian pestisida dalam dosis berlebihan, dan merembesnya zat kimia berbahaya dari penimbunan limbah industri atau rumah tangga ke lapisan permukaan tanah.
C. Penanganan Limbah
Banyak jenis limbah yang ada
disekitar kita, seperti limbah yang berasal dari rumha tangga, industri,
dan pertanian. Limbah-limbah ini jika dibuang ke lingkungan akan menimbulkan
pencemaran yang dapat membahayakan organisme lain. Jenis limbah yang dihasilkan
dapat berupa limbah cair dan limbah padat. Agar limbah ini tidak menimbulkan
pencemaran dan membahaykan organisme lain, diperlukan penanganan yang tepat.
Penerapan sistem 3R (Reuse,
Reduce dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan di
sekitar kita yang murah dan mudah untuk dilakukan. Reuse berarti
menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama
ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala
sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan recycle berarti
mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang
bermanfaat.
Untuk membuktikan
kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai
berikut:
1. Membuang sampah pada
tempatnya
Membuang sampah ke
sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, sampah
akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak
sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain
itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.
Salah satu cara untuk
menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya
menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik
dan anorganik. Selanjutnya,
sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah
anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat
rumah tangga dan barang-barang lainnya.
2. Penanggulangan limbah
industri
Limbah dari industri
terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah
terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan
demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat
racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem. Menempatkan pabrik
atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini
dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik
terhadap kehidupan masyarakat.
3. Penanggulangan
pencemaran udara
Pencemaran udara akibat
sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan
ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan
sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti
kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan
membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama
pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan
bermotor.
4. Diadakan penghijauan di
kota-kota besar
Tumbuhan mampu menyerap
CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2
di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan
demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan
hijau melepaskan O2 ke atmosfer.
5. Penggunaan pupuk dan
obat pembasmi hama tanaman yang sesuai
Pemberian pupuk pada
tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat
menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai
merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang
masuk ke perairan. Begitu
juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi
dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari
lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan,
seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah
satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem
pertanian.
6. Pengurangan pemakaian
CFC
Untuk menghilangkan
kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara
penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh
manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan
ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global. Sumber:http://tianaililazmi.blogspot.com/2017/05/bahan-ajar-materi-perubahanlingkungan.html
Bagaimana anak-anak, apakah kalian sudah memahami tentang materi perubahan lingkungan di atas? Jika ada yang ingin bertanya, silakan kalian bisa menuliskannya di kolom komentar ya.
Untuk mengetahui sejauhmana pemahaman kalian mengenai materi ini, jawablah pertanyaan pada google form berikut ini! Selamat mencoba!







Itu gambar hutan gundulnya, bagus yaa..tp berbahaya, yaa..
BalasHapusIya, berbahaya apalagi kalau hujan turun..apa coba yang terjadi?
HapusAlus pisan euy 👍👍🌹😎
BalasHapusTerima kasih Ibuuu...
HapusIbu mengapa yah semakin meningkatnya suatu populasi di suatu daerah menyebabkan semakin meningkat pula tingkat kerusakan alam, Padahal kan seharusnya semakin meningkatnya suatu populasi semakin meningkat pula tingkat kesadaran akan menjaga lingkungan agar kelak nanti anak cucu kita bisa merasakan keindahan, keasrian, kenyamanan menempati bumi yang terbebas dari kerusakan lingkungan. Dan juga mengapa pula seseorang yang melakukan tindakan kerusakan lingkungan tidak memikirkan dampak yang akan timbul dari kerusakan itu. Jika seandainya kerusakan ini tetap berlangsung bagaimana yah nasib bumi ini nanti?
BalasHapusIya, itlah manusia, seharusnya dengan akal dan pikiran dapat memenafaatkan ilmu dan teknologi untuk mengeskplorasi SDA dengan efisien bukan sebanyak-banyaknya apalagi merusak...sedangkan yang memperbaiki hanya sebagian kecil saja..terima kasih tanggapannya..nama dan kelas berapa ini?
HapusAzizah bu dari X Mipa 1
HapusAzizah bu dari X Mipa 1
HapusAzizah bu dari X Mipa 1
HapusPosting yang sangat bermanfaat untuk kita, mantap bu...
BalasHapusTerima kasih Pak..
Hapusmantap bu blognya
BalasHapusMakasih yaa
HapusWooow....kereeen dan bermanfaat
BalasHapusTerima kasih Ibuuu
HapusIbu Terimakasih materinya sangat bermanfaat...
BalasHapusMasya Allah ibu, blog nya sangat bermanfaat, kerennn bu 🤗
BalasHapus